Tabalar

Perempuan Pesisir Berau Didorong Berdaya, Perkuat Ekonomi Keluarga Berbasis Potensi Lokal

29
×

Perempuan Pesisir Berau Didorong Berdaya, Perkuat Ekonomi Keluarga Berbasis Potensi Lokal

Sebarkan artikel ini


BERAUPEDIA.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau bersama Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) menggelar seminar bertajuk “Perempuan Pesisir Berdaya: Mengelola Potensi Lokal, Menguatkan Ekonomi Keluarga” sebagai upaya meningkatkan kapasitas perempuan dalam mengelola ekonomi rumah tangga sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pesisir.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kampung Pegat Batumbuk pada 21 Juli 2026 dan Kampung Tabalar Muara pada 23 Juli 2026. Sekitar 150 peserta mengikuti seminar di masing-masing kampung, sebagai bagian dari pemerataan manfaat program pemberdayaan bagi masyarakat pesisir.

Bagi masyarakat pesisir Berau, ekosistem mangrove memiliki peran vital sebagai penopang produktivitas perikanan dan tambak yang menjadi sumber utama penghidupan. Namun, pendapatan nelayan dan petambak sangat dipengaruhi oleh musim serta hasil tangkapan maupun panen yang tidak menentu.

Dalam kondisi tersebut, perempuan dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga. Melalui seminar ini, peserta memperoleh pembekalan mengenai pengelolaan keuangan rumah tangga, pengenalan layanan keuangan yang legal, pengembangan usaha berbasis potensi lokal, hingga pentingnya menjaga kelestarian wilayah pesisir sebagai penopang ekonomi masyarakat.

Di Kampung Pegat Batumbuk dan Tabalar Muara, kelompok perempuan telah mengembangkan berbagai usaha berbasis hasil tambak, seperti mengolah udang dan bandeng menjadi produk pangan bernilai tambah.

Mereka juga aktif menerapkan praktik budi daya yang lebih ramah lingkungan melalui pemanfaatan sampah organik menjadi kompos dan mikroorganisme lokal (MOL) untuk mendukung pengelolaan tambak udang yang berkelanjutan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupaten Berau, Tenteram Rahayu, mengatakan penguatan kapasitas perempuan merupakan bagian penting dari pembangunan daerah, khususnya di wilayah pesisir.

Menurutnya, literasi keuangan menjadi bekal yang sangat dibutuhkan bagi keluarga nelayan dan petambak yang pendapatannya bergantung pada kondisi alam.

“Perempuan memiliki kontribusi besar dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga. Pemerintah Kabupaten Berau berkomitmen mendukung berbagai program pemberdayaan yang meningkatkan kapasitas perempuan agar mampu mengelola potensi lokal secara produktif dan berkelanjutan. Ketika perempuan semakin berdaya, kesejahteraan keluarga dan masyarakat juga akan semakin kuat,” ujarnya.

Selain literasi keuangan, seminar juga membahas akses terhadap permodalan, pengembangan kewirausahaan, penguatan peran perempuan dalam mitigasi bencana, serta pengelolaan wilayah pesisir yang berkelanjutan.

Kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi kelompok masyarakat yang selama ini belum memperoleh pendampingan dari YKAN untuk mengakses berbagai informasi, peningkatan kapasitas, serta peluang pengembangan usaha berbasis potensi lokal.

Salah seorang peserta, Hasnah, anggota Kelompok Pengolah dan Pemasaran (Poklahsar) Mandiri Kampung Tabalar Muara, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru melalui kegiatan tersebut.

“Seminar ini membuka wawasan kami bahwa perempuan tidak hanya berperan mengatur keuangan keluarga, tetapi juga dapat mengembangkan usaha dari potensi lokal. Kami juga semakin memahami bahwa menjaga mangrove dan kawasan pesisir berarti menjaga sumber penghasilan keluarga kami di masa depan,” tuturnya.

Seminar ini merupakan bagian dari upaya YKAN bersama Pemerintah Kabupaten Berau dan pemerintah kampung dalam memperkuat pemberdayaan perempuan pesisir melalui Program Solutions for Marine and Coastal Resilience in the Coral Triangle (SOMACORE) di Kabupaten Berau.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari Program KONEKSI, yang didukung Pemerintah Australia dan Pemerintah Indonesia dengan melibatkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), guna memperkuat riset, pembelajaran, serta pengembangan pengetahuan dalam mendukung pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berketahanan bagi masyarakat pesisir (bp).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *